Saturday, October 1, 2016

Sinopsis Mohabbatein Episode 67 (ANTV) ,6 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 67, 6 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 67 Tayang kamis 6 Oktober 2016 dimulai dari , Malam itu Ishita menegur Raman yang tertidur di tempat tidur Shagun dalam keadaan mabuk, Raman hany terdiam sambil mengeluarkan sebuah amplop coklat yang berisi beberapa helai rambut Ruhi, lalu menatapny “Raman, kenapa kau datang kesini ? Apa yang ingin kau tunjukkan ?” Ishita kembali nyerocos “Apakah kau ingin menunjukkan foto kau dan Shagun ? Ada apa dengan semua ini ? Masalahny adalah kau masih mencintai Shagun !”,

“Kamu ini bicara seperti seorang istri saja” ujar Raman yang dalam keadaan mabuk “Aku tidak puny masalah dengan mantan istri kau itu  namun  kalau saya mendapati kau dengan wanita yang lain dalam keadaan mabuk, apakah kau pernah berfikir bagaimana reaksi keluargamu ?” Raman hany terdiam

“Lain kali Shagun akan memanggil polisi dan ini benar benar suatu hal yang buruk, ketika semua orang memergoki kau di tempat tidur orang yang lain dalam keadaan mabuk, apakah kau pernah berfikir tentang keluargamu dan Ruhi, Ruhi hany selalu membicarakan kamu, bagaimana saya bisa mengatakan padany kalau kau tidak mencintainy, kau hany mencintai Shagun, tidak !
kau hany memiliki kebencian pada semua orang, kegagalanmu itu juga kebencianmu !” tegur Ishita sambil berlalu dari sana dan langsung menutup pintu kamar tersebut, sementara itu Raman langsung melempar foto album yang dipegangny dengan perasaan kesal dan marah

Keesokan hariny, Amma dan Appa sedang membeli drumstick di pasar “Amma, jangan menawar terlalu banyk, kasihan penjualny” Appa merasa tidak enak, mereka sedang mempromosikan Satyamev Jayate, saat itu nyony Bhalla dan Ruhi sedang bersama, Ishita menghampiriny dan berkata “Ruhi, kau makan sendiri ya” pinta Ishita, nyony Bhalla tersenyum senang melihat ikatan mereka berdua, antara diriny dan Ruhi

“Ibu, jangan suapi, Ruhi” nyony Bhalla sangat kesal ketika Ishita memintany berhenti menyuapi Ruhi “Ruhi, kau juga tidak boleh makan di sekolah, kita harus mengajariny mandiri, ibu” nyony Bhalla tidak terima cucuny diperlakukan seperti itu oleh Ishita,

Saat itu Simmi datang dan meminta kunci dari ibuny, Simmi kemudian duduk di meja makan untuk menikmati sarapan pagi “Aku tidak mau berangkat sekolah karena Mutu sedang sakit demam hari ini, ibu Ishi”, “Ruhi, saya ini seorang dokter, saya nanti yang akan merawat Mutu jadi kau tetap harus berangkat sekolah !” sahut Ishita “Baiklah, kau tidak usah berangkat sekolah, Ruhi ini kan baru kelas 1 SD, jadi rasany tidak masalah kalau dia tidak masuk ke sekolah”,

“Hal itu akan memanjakan Ruhi, ibu” sela Ishita “Aku ini lebih berpengalaman dalam mengurus anak anak, Ishita”, “Iya betul, lihat itu kak Raman, dia sekarang menjadi seorang pengusaha sukses” Simmi menimpali ucapan ibuny, nyony Bhalla kemudian menyuruh Ishita pergi ke klinikny “Aku akan bermain main dengan Mutu Swamy hari ini !” ujar Ruhi senang

Amma sedang ngobrol dengan Vandu tentang Shravany yang di terima di sebuah sekolah bonafid, Amma sangat senang mendengarny “Ibu bangga sekali, selamat ya Vandu dan berikan pelukan sayangku untuk Shravan” setelah selesai menelfon, Amma mengabarkan berita ini ke Appa dan Mihika, Appa juga sangat senang “Iya saya juga mendengar tentang sekolahny Shravan” sela Mihika “Aku akan mengabarkan berita baik ini ke Ishita, kita seharusny meminta Ruhi sekolah di sekolah itu juga maka masa depan Ruhi pasti akan lebih cerah” ujar Amma bangga

Saat itu Ishita sedang menyjikan kopi untuk Raman “Aku ingin teh”, “Bukankah tadi kau meminta kopi ?” tany Ishita heran, Raman kemudian mencicipi kopi itu dan berkata “Kopi ini rasany lebih pahit daripada kamu” sindir Raman “Ayah, ayoo ayah ikut denganku”, “Ayah sedang banyk pekerjaan, Ruhi” akhirny Ruhi keluar bersama Mutu Swamy, tiba tiba seekor anjing datang dan menylak kearahny, Ruhi sangat ketakutan dan berlari secepat mungkin hingga akhirny terjatuh lalu menangis,

Raman yang melihatny langsung berlari kearah Ruhi sambil melepaskan jasny, Ishita juga melihat Ruhi dan berlari kearahny, semua orang juga ikut berlari ke arah Ruhi, Raman segera mengangkat Ruhi dan membawany kerumah sakit, semua orang panik terutama Raman dan Ishita .

Dirumah sakit, Raman dan Ishita mengabarkan pada dokter kalau ada seekor anjing yang menggigit Ruhi, Ruhi pun berdarah, Ishita menangis melihat kondisi anak kesayanganny ini, sedangkan Raman sangat cemas, saat itu perawat datang menemui mereka dan bertany “Apakah Ruhi puny riwayat alergi ?”, “Tidak, tidak ada” sahut Ishita, tak lama kemudian nyony Bhalla datang ke rumah sakit dengan menggunakan kursi roda “Ibu, apa yang terjadi padamu ?”,

“Kakiku keseleo” ujar nyony Bhalla, dokter lalu keluar dari ruang UGD dan mengabarkan kalau kepala Ruhi terbentur sesuatu “Kami membutuhkan darah untuk Ruhi” Raman langsung teringat pada ucapan Ashok tentang Ruhi begitu mendengar ucapan dokter “Raman, kau bisa mendonorkan darahmu !” pinta nyony Bhalla

Raman gelisah dan berkata dalam hati “Kalau darahku tidak sama dengan Ruhi, lalu apa yang akan saya katakan pada mereka semua” bathin Raman mulai gusar “Raman, kau bisa mengecek darah kau dulu”, “Aku tidak akan mendonorkan darahku !” semua orang yang hadir disana tercengang “Maksudku saya sedang sakit saat ini, jadi saya tidak bisa mendonorkan darahku”

Ishita menangis lalu meminta Raman tetap mendonorkan darahny untuk Ruhi “Kita ambil saja dari bank darah (PMI)” sela Raman “Ambil saja darahku !” sahut tuan Bhalla “Apa yang terjadi padamu Raman ? Kenapa kau melakukan hal ini ?” nyony Bhalla merasa heran “Telfon Shagun, saya tetap tidak bisa mendonorkan darahku !” kemudian Raman berlalu dari sana, Ishita juga merasa heran dengan sikap Raman “Apa sebenarny masalahny, Ruhi itu kan anakny” ujar Ishita bingung

Sementara itu Raman merasa gelisah “Apa yang harus saya lakukan ? kalau darahku tidak cocok dengan Ruhi maka fakta yang sebenarny akan terungkap” ujar Raman pada diriny sendiri, akhirny mau tidak mau Ishita menelfon Shagun, Ishita mengabarkan pada Shagun tentang kondisi Ruhi, Shagun kaget “Raman kan bisa mendonorkan darahny untuk Ruhi” Ishita menceritakan juga kalau Raman tidak mau melakukanny.

“Baiklah, kami akan kesana” ujar Shagun, saat itu Shagun datang bersama Ashok dan ternyta golongan darah Ruhi adalah B+ sama dengan golongan darah Ashok, Ashok merasa kalau Tuhan juga sedang mempermainkan perasaan Raman kali ini, Ashok merasa semakin senang

Raman berusaha mengambil darah dari bank darah (PMI) namun Ishita menegurny “Aku tidak bisa mendonorkan darahku untuk Ruhi !”, “Kamu bohong ! apakah kau tidak merasa malu ? kau ini telah diberi kesempatan kedua untuk lebih dekat lagi dengan Ruhi !” tegur Ishita “Sudah cukup sekarang ! Pergilah sana !”, “Kamu ini memang sangat tidak sensitif !” Ishita sangat kesal dengan sikap Raman

Amma, Appa dan Mihika datang untuk menjenguk Ruhi, nyony Bhalla menangis, Amma mencoba menghiburny “Tenang, nyony Bhalla ,,, tidak akan ada yang terjadi pada Ruhi, Ruhi pasti segera sembuh” Amma kemudian berdoa untuk Ruhi “Ini semua karena kau ! kau yang membawa anak anjing itu kerumah kami !”, “ namun  yang menggigit itu kan anjing yang lain” bela Amma,

Shagun menghampiri mereka bersama Ashok dan berkata “Aku tidak diijinkan mendonorkan darahku”, “Aku yang akan mendonorkan darah untuk Ruhi” sela Ashok, Ashok kembali menyindir Raman dan tersenyum senang “Raman, kau tidak mengecek darahmu ? Kalau kau mengecekny, kau bisa tahu kenapa kau sakit ?”,

“Pergilah, Ishita” pinta Raman, Ashok mulai memprovokasi Raman lagi “Aku bisa mengerti apa yang sedang kau laluiny saat ini, saya yang akan mendonorkan darahku untuk Ruhi,aku tahu kalau Ruhi adalah takdirku” Raman menatap Ashok dengan tatapan marah

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 66 dan episode selanjutnya yang tayang 7 Oktober 2016 Mohabbatein episode 68

Artikel Terkait

Sinopsis Mohabbatein Episode 67 (ANTV) ,6 Oktober 2016
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email