Sinopsis Mohabbatein Episode 84 (ANTV) 22 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 84, mohabbatein 22 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 84 Tayang sabtu 22 Oktober 2016 dimulai dari ,Malam itu di pesta ulang tahun Aditya, Raman menegur Ashok “Pergilah dan temui anakmu ! saya harap kau bisa menikmati pesta yang telah kami rencanakan dengan baik” kata Ashok kesal, akhirny Raman dan tuan Bhalla pergi menemui Adi “Kasihan sekali Raman yang memiliki banyk harapan dari Adi namun dia tidak tahu apa yang akan terjadi padany malam ini” kata Ashok sinis, kemudian Ashok menelfon seseorang dan berkata “Raman Kumar Bhalla sudah sampai disini” kata Ashok

Ishita sangat sedih karena pinjaman uangny dibank ditolak, saat itu Ishita mendapat telfon dari seseorang “Pinjaman uangny tidak mendapatkan sanksi, jangan khawatir, saya akan mengatur uangny dari mana saja, saya akan melakukan apa saja namun bawalah uangny, baik saya datang, tunggu saya ya” Ishita kemudian pergi keluar,  sementara itu Raman mengucapkan selamat hari ulang tahun untuk Adi dan memberikanny banyk hadiah, tuan Bhalla juga mengenalkan diriny

Aku ini adalah kakekmu, Adi” tuan Bhalla juga memberikan hadiah untuk Adi dari seluruh anggota keluarga Bhalla ”Aku sudah mendapatkan banyk hadiah” Adi menaruh hadiah hadiah itu disebelahny, Shagun menemui Ruhi dan mencium pipiny “Bagaimana kabarmu sayang ?”, “Aku baik baik saja, ibu , ayah dan ibu Ishi sangat menyyangi aku” kata Ruhi senang “Ibu sangat merindukan kau sayang”, “Iyaa benar, Ruhi , ibumu ini selalu menangis untuk kau dan merindukan kamu” sela Ashok yang ikut bergabung dengan mereka

Paman Ashok, kau ini selalu berbohong,  apa yang paman bilang di sidang dului tu bohong dan paman berbohong bahkan sampai hari ini, seharusny kalian tidak berbohong dan tidak mengatakanny pada ibu Ishi, ibu Ishi menangis dan matany menjadi merah, ibu Shagun tidak pernah menangis untukku” kata Ruhi polos kemudian berlalu meninggalkan mereka “Ruhi menjadi jauh dariku karena kebohonganmu, Ashok” kata Shagun kesal “Heiii tenang, Adi bersama kita, dia tidak akan meninggalkan kita” hibur Ashok

Raman sedang ngobrol dengan Adi “Ayah berharap kau menyukai video games ini” Adi menyuruh pelayanny untuk melayani Raman sekeluarga “Tolong layani mereka ya, mereka ini tamu tamuku” kata Adi dengan gaya bossyny lalu Adi memberikan hadiah video games dan hadiah hadiah yang diberikan Raman kepada supirny sambil berkata “Berikan ini untuk anakmu” Raman dan tuan Bhalla kaget “Adi, kenapa kau melakukan hal ini ?”  sambil tersenyum sinis Adi berkata “Aku sudah puny mainan seperti ini yang sudah dibelikan oleh paman Ashok untukku” Raman sangat terluka mendengar ucapan anaknny

Adi, kami semua bahagia karena kau telah besar sekarang” sela tuan Bhalla, dari tempatny berdiri Ashok memperhatikan mereka dan berkata pada diriny sendiri “Adi telah melakukan sebuah hal yang luar biasa, sekarang semuany akan semakin menyenangkan” katany sambil tersenyum penuh arti .Tuan Bhalla memberitahu Adi tentang kaki nenekny yang retak sehingga tidak bisa ikut datang “Adi, ayooo ikut dengan kami, kau bisa tinggal dirumah kami selama beberapa hari” pinta tuan Bhalla

Aku harap nenek segera sembuh”, “Jika kau datang ke rumah maka nenekmu pasti akan segera sembuh” sela Raman “Aku mau saja datang kerumah kalian, namun saya dengar kalau kau sangat sibuk dan kau juga sudah menikah lagi, ayah telah melakukan sesuatu sama ibu, itulah mengapa saya meninggalkan kamu, kau tidak akan menikahi perempuan lain jika kau mencintai ibuku”, “Adi, ayah selalu mencintai ibumu, ayah menikahi ibu Ishita hany demi Ruhi” Shagun tersenyum senang mendengar pembicaraan mereka

Ishita meminta pria itu untuk segera memproses visany “Kami tidak bisa memulai proses visany tanpa paspor, karena kami tidak mempunyi uang, kami tidak bisa membeli tiket”, “Jangan putus asa, selalu berfikir positif” hibur Ishita, sementara saat itu Rumi sedang membantu Mihika, Mihika sangat berterima kasih ke Rumi “Bossku pasti akan sangat terkesan denganku, ayooo Rumi ikutlah denganku, saya akan menunjukkan padamu bagaimana rencanany, kebetulan paman dan bibi tidak ada dirumah, ayoo ikut, saya akan merasa lebih baik kalau kau bisa melihatny” Rumi merasa senang dan berkata pada diriny sendiri

Waaah tidak ada siapapun dirumah dan dia mengundang saya masuk ke rumahny , wow sangat menyenangkan Rumi !” bathin Rumi senang .Di pesta ulang tahun Adi, Adi sedang memotong kue ulang tahunny, tiba tiba Ruhi menyela dan berkata “Tunggu, kakak”, “Ada apa ?” Adi merasa heran “Sekarang tutup mata kakak dan buat sebuah keinginan dulu maka keinginan kakak akan menjadi kenytaan”, “Aku tidak percaya dengan hal begituan” kata Adi ketus  “Baiklah, kalau begitu saya yang akan membuat keinginan” tak lama kemudian Adi menyuapkan potongan kue pertamany pada Shagun dan berkata “Potongan yang ini untuk ayah”

Raman merasa bahagia karena Adi akan memberikan potongan kue itu untukny, namun ternyta Adi menyuapkanny ke Ashok, Raman terkejut dan hatiny terluka “Terima kasih, Adi , anakku” Ashok tersenyum senang, Ruhi tidak menyukainy, Adi lalu menyuruh pelayanny untuk melayani semua tamu, kemudian potongan kue berikutny diberikanny ke Ruhi “Adi, selamat ulang tahun, nak” sela Raman “Maafkan aku, saya tidak memberikan kau kue ulang tahun” Shagun tersenyum mendengar ucapan Adi kemudian Adi kembali bemain dengan teman temanny

sementara Ruhi menyuapkan kue tersebut ke Raman sambil berkata “Kak Adi sedang sibuk bermain dengan teman temanny, ayah” hibur Ruhi sambil memeluk Raman dan berkata “Aku sayang kau ayah”, “Ayah juga sayang kamu, Ruhi” sahut Raman haru  “Ayah tahu apa yang saya harapkan untuk kakak tadi ?” Raman menggeleng “Aku berharap kak Adi pulang kerumah kita dan berkumpul bersama kita” Raman menangis haru begitu mendengar ucapan Ruhi “Hal itu pasti akan terjadi sayang, kakakmu akan pulang dan tinggal bersama kita semua, ayah yakin itu” kata Raman haru

Saat itu Ashok menghampiri Adi dan berkata “Adi, ayah puny sebuah hadiah yang sangat special buat kamu”, “Ayoolah ayah cepat katakan apa itu ?” tany Adi penasaran ”Ini dia !” kata Ashok sambil memberikan sebuah kunci, rupany Ashok memberikan hadiah sebuah mobil untuk Adi, supir mobil Adi yang kebetulan ada disana merasa heran “Sebuah mobil untuk anak yang baru berusia 11 tahun, sangat aneh” kata supir tersebut, Adi bergegas mengecek mobil baruny,  Adi terlihat senang menerima hadiah tersebut “Ini adalah mobil barumu, Adi ,dan dia adalah supirmu yang akan membawamu kemanapun kau ingin pergi” kata Ashok sambil menunjuk pada supir tersebut, Adi kemudian menunjukkan mobil baruny pada Ruhi

Ruhi, mobil ini seperti puny ayahmu”, “Ayah kita, kakak” Ruhi langsung meralat ucapan kakakny, mereka berdua kemudian ngobrol bersama, Sementara Ashok bertany pada Shagun “Shagun, bagaimana ? kau suka ? saya memang sengaja membeli mobil yang sama seperti puny Raman untuk Adi”, “Aku jadi penasaran, seperti apa nanti hadiah untukku pada ulang tahunku tahun depan ?” tany Adi bersemangat  “Pastiny akan lebih besar lagi”

sahut Ashok, Adi lalu duduk di dalam mobil dan pergi mencoba mobil baruny bersama sang supir” Raman hany melihatnny dari kejauhan Raman lalu menghampiri Shagun dan berkata “Pikiran tentang hadiah Adi itu, bagaimana bisa kalian memberikan hadiah sebuah mobil pada anak yang baru berusia 11 tahun”, “Aku tahu apa yang bisa kami berikan untukny” sahut Shagun santai “Kamu itu tidak mencintainy, Shagun , namun kau hany ingin membalas dendam padaku” saat itu pengacara Shagun menghampiri mereka dan bertany

“Tuan Raman, apa yang kau lakukan disini ? Sidang telah memutuskan kalau kau harus berada jauh dari Adi, kau bisa ditahan kalau melanggarny”, “Adi yang mengundangku” Raman menimpali pertanyan si pengacara “Tapi seharusny kau tidak datang ke sini, tuan Raman” saat itu Adi pergi bersama teman temanny, Raman mencoba menegur Adi, Ruhi juga melihat kalau hadiahny dibuang ke lantai oleh Adi, Ruhi teringat akan ucapan Ishita, Ruhi sangat sedih, Raman juga terluka perasaanny, akhirny mereka bertiga memutuskan untuk pulang, Ashok mencegat Raman dan kembali menyindirny seperti biasa “Ingat ! Anakmu masih bersama diriku !” kata Ashok sambil tersenyum licik

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 83 dan episode selanjutnya yang tayang 23 Oktober 2016 Mohabbatein episode 85

Subscribe to receive free email updates: