Sinopsis Mohabbatein Episode 121 (ANTV) 28 November 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 121, mohabbatein 28 November 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 121 Tayang senin 28 November 2016 dimulai dari ,Raman mendapatkan sebuah koran. Raman meminta orang itu untuk menempatkan koran di rumah Iyer. Ishita mendengar ini. Raman dan Ishita melihat satu sama lain. Pengantar koran itu menceritakan tentang istriny bahwa Maayka sangat jauh.

Ishita : letakkan koran ku disini mulai hari ini.
Pengantar koran : mengapa, apakah kamu bertengkar dengan tuan?
ishita : lakukan apa yang kukatakan.
Orang itu pergi.
Simmi : Ayah sudah cukup, saya tidak bisa tinggal di sini karena Parmeet berpikir tidak ada yang menghormati dia di sini, saya tidak bisa menjelaskan kepadany, Ishita menylahkan dia dengan begitu buruk, saya telah memutuskan untuk ikut denganny.

Ibu Bhalla : Ishita sudah pergi sekarang, jangan pergi dari sini, tetaplah tinggal di sini, karena ini adalah rumah kalian.
Simmi : tidak Ibu kak Raman tidak berpihak kepada Parmeet, dia hany diam saja, saya tidak ingin sesuatu terjadi lagi, tidak akan ada yang menerima Parmeet sekarang. Dan kak Raman juga pasti akan membawa Ishita kembali, maka sebaikny kami pergi dari sini.
Ruhi bangun dan menanykan Ishita.
Ibu Bhalla membawany dan memelukny.
Ruhi : ke mana Ibu Ishi.

Simmi merasa terganggu.
Ruhi : ke mana bibi Simmi akan pergi.
Simmi menegur Ruhi.
Simmi : kami meninggalkan rumah ini karena Ibu Ishita mu itu.
Raman : Simmi, jangan marah pada Ruhi.
Simmi mengatakan yang sebenarny kepada Ruhi.
Ruhi : kenapa Bibi Simmi marah pada Ibu Ishi?
Raman : itu sama seperti kamu dan Shravan yang bertengkar.

Raman meminta kepada ibu Bhalla untuk menghentikanny.
Raman membawa Ruhi ke Ishita.
Simmi : apa saya bilang kakak akan mengambil pergi Ishita, apa kamu pikir saya harus tinggal di sini.
Ishita menemui Ruhi dan bicara manis.
Appa : Raman mengapa kamu berdiri diluar, masuklah ke dalam.
Raman : tidak, saya sudah terlambat untuk pergi ke-kantor.
Ruhi meminta-ny untuk masuk.

Ruhi : Ibu Ishi, bibi Simmi sedang berkemas dan mengambil bayi dengan-ny, dia marah.
Ishita meminta Amma untuk membuat kopi untuk Raman.
Ruhi : Ibu Ishi mengapa kamu datang ke sini, apa kamu mau makan idli.
Trisha datang dan menypa semua orang.
Ishita : Ruhi Ibu hany pergi sebentar.
Raman mendengar mereka berbicara dan tersenyum.

Ishita : saya akan tinggal di sini selama beberapa hari.
Ruhi : saya ingin bersama mu.
Trisha : itu hal yang baik, kamu akan di sini untuk persiapan pertunangan ku.
Amma memberikan gelas kopi (kosong) untuk Raman dengan kesal.
Raman terkejut saat melihat gelas ny kosong.
Raman : Ibu mertua terima kasih untuk kopi-ny, ini sangat enak.

Raman pergi dan meninggalkan ponsel.
Ruhi : haruskah saya pergi untuk bermain dengan Muttu.
Amma : Ishita Raman meninggalkan ponsel mu di sini.
Ishita : ponsel ini tidak dengan ku sepanjang hari, maka bagaimana dia mendapatkan pesan dariku, ponsel ini menghancurkan hidupku, saya akan membeli ponsel baru.
Raman mendengar ini.
Raman berpikir tentang kata-kata Ishita.

Raman pulang
Raman : Ruhi bersama dengan Ishita.
Ibu Bhalla : mengapa kamu meninggalkan dia di sana. Dia menciptakan begitu banyk kotoran di rumah ini, kamu bertany apa yang terjadi, adikmu meninggalkan rumah ini.
Raman : cukup, saya memang diam, namun itu tidak berarti kalau Ibu akan mengatakan apapun, jangan katakan kepada Ruhi soal apa-apa terhadap Ishita.
Raman membatalkan semua pertemuan.
Tuan Bhalla : Raman benar, akhiri masalah ini.
Simmi : ya, jadi kami akan meninggalkan rumah.

Raman bersiap-siap dan meminta Ishita untuk menyiapkan kemejany.
Raman baru sadar kalau Ishita tidak ada. Raman merindukanny.
Lagu Dil hany berjemur nahi dimainkan…
Raman bersiap-siap.
Ibu Bhalla : Raman ke-mana kamu akan pergi. Bahkan Ruhi menayakanmu.
Raman pergi dengan marah.
Ishita melihat Raman
Ishita : akankah kamu pergi ke kantor seperti ini.
Raman : apa yang terjadi pada semua orang, semua bertany dengan pertanyan yang sama.

Ishita : tidak, ada namun ada permasalahan dengan celanamu.
Raman : apa?? Raman langsung melihat.
Raman tidak mengenakan celana dan Ishita mengontrol untuk tertawa.
Raman pergi kembali ke rumah.
Raman : hal seperti ini kadang-kadang bisa terjadi.
Raman datang ke kamar dan tersenyum.
Bala berbicara kepada Vandu tentang keluarga Bhalla.
Vandu : saya tidak mengharapkan ini dari Raman, Ishita melakukan begitu banyk hal untuk Ruhi dan Raman, melihat orang itu, dia hany diam ketika Ishita ditendang keluar.

Bala : saya merasa buruk baginy, namun kita tidak akan merasa buruk karena saya tidak akan membiarkan hal buruk terjadi dengan ny, Raman akan menghargai ketika dia harus mengurus Ruhi sendirian.
Vandu senang bahwa Bala sangat peduli dengan keluargany.
Mereka berpelukan.
ibu subbu mendengar ini dan merasa senang karena Ishita diusir.
Ibu Subbu berpikir tentang Ruhi dan kata-kata Raman.

Ibu Subbu datang untuk menemui Shagun dan mengatakan segala apa yang terjadi di rumah Bhalla.
Ibu Subbu : Raman adalah orang jahat dan semua orang harus meninggalkan dia.
Shagun : terima kasih, kamu benar, saya harus memberiny pelajaran.
Parmeet menelpon seseorang dan memanngil taksi.
Simmi mendengar Parmeet dan mengkhawatirkanny dan putri mereka.
Parmeet berpikir : saya harus segera pergi, Ishita tidak akan diam saja.
Simmi : apakah kita harus pergi hari ini juga?

Parmeet : ya, saya bilang kita harus pergi, sekarang mari kita pergi dengan bus.
Simmi : apakah kamu pikir saya tidak mampu.
Parmeet marah.
Simmi : mengapa kamu marah pada ku.
Parmeet : apa kamu akan tinggal di sini.
Simmi menangis
Simmi : saya sangat mencintaimu, saya sangat merindukanmu ketika kamu berada di Dubai, kalau kamu meninggalkan ku di sini, saya akan mati.
Parmeet berpikir Simmi dan ibu Bhalla harus mendukungny.

Raman datang untuk menemui Sarika di klinik Ishita dan datang untuk tahu bahwa dia sedang cuti.
Raman mendapatkan alamatny.
Raman melihat Sarika tidak di rumah.
Raman bertany pada penjaga.
Raman : apakah Sarika tinggal di 303.
Penjaga : dia tidak di rumah, kalau ada pesan bilang saja padaku, saya akan mengatakan padany.
Raman : baiklah, saya akan datang lagi nanti.
Sarika datang dan penjaga menunjukkanny pada Raman.
Raman melihat diriny dan berpikir dia melihat Parmeet.

Baca Episode selanjutnya yang tayang 29 November 2016 Mohabbatein episode 122

Subscribe to receive free email updates: